Kamis, 09 April 2015

Menepis Sengaja


Ingin ku torehkan sebesit lara menepis sengaja
Di bagian inti jiwa ini menjerit tertahan
Pada siapa kalau bukan Kepada-NYA
Allahku yang Kuasa mencabut lara ini

Ombakpun mengejar sembari gerimis hujan ditepian
Ketika senja ataupun Malam , nada inginku selalu berkomentar
Pada siapa saja yang ku temuai tuk menjawab sepatah kata 
Namun, Tiada jawaban tepat yang mengena

Tgl, 09 April 2015 Jogja

Ya Allah .... hambaMu ini,
Tak bisa diri ini mengartikan semua ujian yang Engkau datangkan
Mana lelah menghampiri, mana resah merangkul erat-erat
Akankah suatu saat ada pengganti yang penuh dengan kebahagian yang abadi?
Jika memang begitu, Kuatkan iman yang senada di hati
Meski terkadang ada rasa yang mungkin tak pantas memiliki

 Ya Allah , Ridho dan ampunanMu anugerahkan kepada kedua Ibu bapakku
Selamatkanlah mereka dari bahaya, selamatkan jua dari kensengsaraan akherat kelak
aamiin ya Robbi ......

Sabtu, 04 April 2015

Di Mata Pelangi Yang Berkaca


Setelah mencoba menepikan segenggam hati yang layaknya berwarna merah muda itu,
Yang sesungguhnya Pelangi tataplah pelangi, hadir dipermukaan langit biru muda
Terkadang aku menyeka airmata yang tlah lumer terkontaminasi oleh hangatnya mentari,
Ya... Seperti itu yang telah terjadi antara AKU dan ANDA,,,

Ya Allah, Maafkanlah segala isi hati ini yang tercurahkan ,
Aku selalu mendoakan yang terbaik untuknya dan untuk diriku

Ya Allah, Hanya kepadaMu aku sanggup menampakkan kecewa ini, sembari tataplah ada Airmata membasahi,

Ya Allah , Janganlah engkau jebak warna merah mudaku yang fitroh menjadikan banyak keaslahatan.

Ya Allah , Hambalah pelangi yang engkau ciptakan dengan bentuk sempurna
Jika takdir berujung dengannya Semoga itulah akhir penantian sampai dinegeri keabadian
Tapi .... jika takdir berubah lain , aku ikhlaskan dengan kesungguhan cinta ini yang tertinggi hanya kepada Engkau ya Allah

To: Sunrise Bidadari