Kesunyian bagiku adalah hal terbaik . Ya seperti saat ini , tiada lagi yang mempersibukkan dengan hari-hari di bangku kampus yang seperti bejibun tugas dari mata kuliah yang ku ambil. Pagi itu aku selalu bersemangat untuk memulainya. detak jam masih menunjukkan pada jarum 03.00 a.m . ku lipat selimut dan ku bereskan kasur tipis itu. ku lihat teman-teman kamarku masih terlelap dengan mimpi indahnya. lalu aku menggoyang-goyangkan tubuh teman disebelahku . " Tahajud yuk..! " ku lihat pemilik tubuh itu masih belumlah sempurna nyawanya,hehe ... karena ku lihat ia malah menarik selimutnya lagi. huu....
Teman yang lain juga terbangun karna aku tak sengaja menendang peralatan makan yang semalam belum di bereskan.
" Ayo, tahajud-tahajud..." berbisik pada mereka. kemudian si riri terbangun lalu membuntuti ku ke tempat kamar mandi yang terletak di pojok bagian belakang setelah kami melewati lorong kamar.
================
" aku tak akan melupakan kalian semua," ucapa diana saat itu.
aku heran kenapa ia sering berucap seperti itu . setiap kali ku tanyakan apa alasannya , Dia selalu tersenyum dan memandangiku penuh rahasia.
" meg, kamu tau kenapa diana bilang seperti kemarin? " tanyaku pada mega yang sibuk meracik bumbu masakan. akhir-akhir ini mega sibuk dengan aktivitas memasaknya, entah tumben-tumbennya ia . mega terhenti dari kesibukkannya. seperti dia sedang memikirkan sesuatu dan pasti dia sudah tau jawaban dari pertanyaanku.
" emm...mbak belum tau? " jawabnya sambil menatapku sedih. kemudian dia mendekatiku dan berbisik sesuatu.
" Katanya, diana mau pindah ke makassar " jelasnya hampir samar .
" oo.. begitu, yang lain sudah pada tau? apa cuma aku aja yang belum mengetahui hal ini ! " Ucapku dengan perasaan tak karuan. Kenapa selalu aku seperti ini, okelah dulu memang aku tak banyak bersahabat dengan orang-orang yang mencintaiku, lebih tepatnya aku memang selalu cuek. tapi itu setidaknya sudah kurubah ,dan .... ah sudahlah, aku selalu merasa bersalah kepadanya.
Liburan semester ini memang tersasa berbeda kenyataannya. satu dari kelima sahabat baruku pergi meninggalkan kami . Ya, memang setiap kali ada perjumpaan pasti akan berujung perpisahan, dan yang tersisa hanya sebuah kenangan . Tapi kenangan itu hanya bisa ku rangkai tak bisa ku ucapkan dan sulit bagiku mengungkap perasaan hati . Hanya Allah yang memahami , Mengetahui segala isi hati.
Selamat jalan Sahabatku....
Semoga ketika jarak tlah memisahkan kita tetapi hati kita tetap bersama
Semoga prestasi dan impianmu tergapai meski aku hanya memandangnya dari sisi belahan bumi berbeda,
Selalu menjadi lebih baiklah seperti apa yang sedang aku lakukan,
Didunia ini, masih banyak hal terindah yang belumlah kita ketahui,maka ayo kita berlomba-lomba menggapainya..
Dunia memang permainan belaka, ia sebagai jajakan ujian, hamparan yang berbatas tanpa kau tau mana batasnya,
Ia terkadang terlihat kejam
jua terlihat menakjubkan dan tipuan
Ukhuwah ini aku menjadi kenangan,
 |
| Add caption |