Kamis, 09 April 2015

Menepis Sengaja


Ingin ku torehkan sebesit lara menepis sengaja
Di bagian inti jiwa ini menjerit tertahan
Pada siapa kalau bukan Kepada-NYA
Allahku yang Kuasa mencabut lara ini

Ombakpun mengejar sembari gerimis hujan ditepian
Ketika senja ataupun Malam , nada inginku selalu berkomentar
Pada siapa saja yang ku temuai tuk menjawab sepatah kata 
Namun, Tiada jawaban tepat yang mengena

Tgl, 09 April 2015 Jogja

Ya Allah .... hambaMu ini,
Tak bisa diri ini mengartikan semua ujian yang Engkau datangkan
Mana lelah menghampiri, mana resah merangkul erat-erat
Akankah suatu saat ada pengganti yang penuh dengan kebahagian yang abadi?
Jika memang begitu, Kuatkan iman yang senada di hati
Meski terkadang ada rasa yang mungkin tak pantas memiliki

 Ya Allah , Ridho dan ampunanMu anugerahkan kepada kedua Ibu bapakku
Selamatkanlah mereka dari bahaya, selamatkan jua dari kensengsaraan akherat kelak
aamiin ya Robbi ......

Sabtu, 04 April 2015

Di Mata Pelangi Yang Berkaca


Setelah mencoba menepikan segenggam hati yang layaknya berwarna merah muda itu,
Yang sesungguhnya Pelangi tataplah pelangi, hadir dipermukaan langit biru muda
Terkadang aku menyeka airmata yang tlah lumer terkontaminasi oleh hangatnya mentari,
Ya... Seperti itu yang telah terjadi antara AKU dan ANDA,,,

Ya Allah, Maafkanlah segala isi hati ini yang tercurahkan ,
Aku selalu mendoakan yang terbaik untuknya dan untuk diriku

Ya Allah, Hanya kepadaMu aku sanggup menampakkan kecewa ini, sembari tataplah ada Airmata membasahi,

Ya Allah , Janganlah engkau jebak warna merah mudaku yang fitroh menjadikan banyak keaslahatan.

Ya Allah , Hambalah pelangi yang engkau ciptakan dengan bentuk sempurna
Jika takdir berujung dengannya Semoga itulah akhir penantian sampai dinegeri keabadian
Tapi .... jika takdir berubah lain , aku ikhlaskan dengan kesungguhan cinta ini yang tertinggi hanya kepada Engkau ya Allah

To: Sunrise Bidadari

Jumat, 27 Maret 2015

Selarik Pesan Untuk Pelangi

Pelangi, pada hatimu terpancar sudah kilauan yang mewarnai dunia ini
maka warnailah segala yang tampak agar tetap kau memberikan manfaat
sebelum suatu waktu mencekat seluruhnya,

Pelangi, umimu tak  pernah mendesah tentang keluhan,
karena bagi umi ketika kita sedang mengeluh seluruh organ menangkap kalimat
yang berdesis dari lisan ini,
Lelah, bosan, sedih dan kecewa
beberapa kata yang sejatinya adalah Perasaan negatif syaiton,
Sadarkanlah jiwa yang berpersepsi di jalan yang salah akan merugikan mu




sedetik ini, waktumu untuk apa?
semenit ini, kesempatan hidupmu untuk apa?
sejam ini, kau isi waktumu dengan apa?
seharian berlalu , apa yang kau lakukan ?
semakin berlalu sedetik  berganti menit, menit berganti jam,
kemudian mulailah hari-harimu tlah pergi

Pelangi, arti didalam namamu itu begitu indah,
mata-mata yang berwarna
hati yang terang bersinaran penuh warna-warna
dan keteguhan jiwa yang memancarkan setiap aura bagai bidadari surga

Umi menyebutnya seperti bidadari surga
yang mungkin lebih indah lagi,,
Pelangi yang indah nan sholihah
Pelangi yang selalu menjadi pelangi meski di malam hari tiba,

" yang sebenarnya seorang pelangi adalah wanita bermanfaat  dan sholihah "

Rabu, 18 Februari 2015

Muhasabah Diri

Hujan memudar dengan pelanginya yang indah 


Bergelayut awan mengembun sunyi ditepian tasbih-tasbih cinta 

Menghadap padaNya dengan asa yang hampir berlalu 

Sirna karna keteguhan Sang Hipnotis cinta 

Mengalun seluruh kisi-kisi benak bicara 

Ajari aku bahasa ' Keikhlasan ! ' 

Sekali saja merantai pada jeruji kemunafikan lalu 

Ya hampir ingatanku menyiksa sederet kehinaan 

Bukan, itu tetap terkenang walau sengaja terlupakan 

Aq ingin taubatan nasuha 

Tak hanya dimulut dan dibibir saja 

Allohumma Fiirli ya Robbi... 
Allohumma Fiirli Ya Ghofur ... 

Alloh Oh My Dear, 

Kenapa sesak ini tak ingin pergi? 

Sebuah tanya yang tak mungkin terjawab 

Maaf Tuanku... 

Jika pertanyaanku penuh paksa 

Aku yakin dengan sungguh akan AmpunanMu 

Maafkan, Maafkan diri yang tak berdaya ini 

#23'4'14 . 06-00 Wib 

= Wahai KekasihKu =


Ketika ia datang kembali 
Ragaku sudah terbalut kegundahan 

Ingin rasa menghempas semua ini 
Ya, semuanya yang tlah erat mendekapku dengan ilusi fana 

Dan bila akhirnya ku tak kuat lagi memberi ruang 

Mana ada ruang? Seakan-akan terasa sempit 

Kutengok gundukan tanah yang bertahun-tahun lamanya 

Bukankah tempat itu sempit jika ditiduri seorang hina seperti hamba? 

Siapa lagi teman dalam kegelapan kalau bukan amal! 

Ya Alloh, Sesak sekali dada ini rasanya 

Lumpuh sudah benakku memaku 

Imanku masih pendek 

Ilmuku belum sampai diujung kuku 

Ku haus akan rinduku kepadaMu 

Ku tertinggal susut bersimbah pilu 

Belumlah kering aimata merambah 

Dan tersadarlah tiada lagi untuk mencintai makhlukMu 

Mungkin tak sekarang 

Dan kuserahkan seluruh cinta hanya untukMu AllohKu 

Alloh... Tiada kekuatan selain kekuatan dan KesempurnaanMu 

Tiada senja yang berevolusi selain karna KehendakMu 

Rengkuhlah seluruh raga dan ruhku dengan cinta SejatiMu wahai Kekasihku ... 

 24'4'14 = 21:52

=>> Sebuah Cita-cita <<==

Sebuah kapal yang sudah berlabuh malam tadi akan berangkat lagi pukul 9 :00 am . Sirimau, masih asing sebutan kapal itu. Perpisahan antara aq dan ibu saat itu berujung dg deras airmatanya dan aq menahan setiap butir2 airmata yg akan jatuh. Jadi sebisanya aq menyembunyikan kesedihan itu . Sesak sekali dlm dada. Pelukannya yg hangat terakhir kalinya ku rasakan dan akan selalu kurindukan. " Semoga Alloh selalu menjaga ibu dan ayahku disana " .
Sedikit mengecewakan , Wajah seorang lagi yg tidak mengantar ku ke pelabuhan yaitu ayah . Tak apalah mungkin beliau takut aq tambah bersedih berpisah dgnya. Seringkali seluruh memoriku memutar hari2 ketika bersamanya. " InsaAlloh ayah aq bisa menjadi pengganti ayah meneruskan dakwah aamiin. "

7-8-14 Kalteng

|| PADA HATI KEDUA ||

Ingatkah siapa yang pernah melukaimu?
Masih ada jarakkah antara benci itu ?
Sesak , airmata pun telah mengiringi
Disamping hati yang kedua
Memanja pada Zat yg meneguhkan setiap jiwa


Ingatkah pada sekata janji yg terucap?
Mengadu berlama lama ditengah sepi pertengahan malamNya
Dia masih mengabadikan gores2 luka yg tak mengering
Menepis sendiri , meringkuh sedari tlah tersisih

Pada hati kedua,
Masih terdengar hela istighfar padaNya
Membasuhi luka2 itu

Monday ,4/7/14 

Bukan Seorang Bidadari


Aku pengagummu, tau kah kamu??

Hanya sewajarnya mengagumimu
kau bukanlah bidadari yang turun dari langit,
tapi aku terpana dengan senyum sedekahmu yang wajar dan sederhana

kau bukanlah seorang bidadari jelita
tapi parasmu melebihi kecantikannya bidadari surga
karena tlah terpancar air wudhumu menyinari rautmu

kau bukanlah bidadari
yang anggun memakai gaun indah berwarna warni
tapi dengan caramu yang sederhana menyingkap auratmu dengan jilbab kau lebih dari seorang bidadari yang teristimewa bagiku,

wanita sholeha, kau tetap berparas cantik sejati meski tak berpoles makeup sekalipun,
akhlaqmu sudah mulia dihadapanNya,

jangan khawatirkan cela-makian manusia
disisi Rabbmu kau tlah jadi kekasihNya

20414'2229

Cinta Yang Menguatkan


Seorang diri merengkuh pudaran sang lampau 

Karena cinta ini menguatkan 

Tepatnya membasuh kebekuan sayatan 

Hembus suaramu memenuhi kenestapaan 

Melayang bersama hiruk angin menerpaku 

Juga ingatakah?
Mata yang berbinar teduh menatap palung-palung cinta
Mengikis seuntai tanya mu,

Bukan, walaupun sayatan itu masih ada
Karna cinta ini masih tetap menguatkan,

Ya, seperti embun suci yang menyegarkan,

Ya, seperti kertas putih tiada goresan pun padanya,

Karena cinta yang kupunya masih menguatkan,

- 20'4'14

Benci Itu

Dibatas tepian nafaz kuteringat pada lampau waktu amarah membara sedang hati membungkam dengan sepi perih semakin menyiksa dalam sanubari tertahan tapi tak kuasa tak lagi mengenal ,tak lagi berteman seorangpun terlampau merobek hati nan menyakiti sampai detik masaku menghilang masih sulit memaafkan siapa yang mampu menyembuhkan? Siapa yang handak hapuskan lara tak tersisa ? Tersirat hanya bahasa hatiku memahami dengan istighfar dan dzikir yang ku pinta hempaskan benci sedalam ini forgiven me..........

Aku Ada Ketika Engkau Membutuhkanku

 
Aku ada disampingmu , menyimak curhatmu, mendengarkan kisah harianmu, melihat tingkah lakumu terhadapku dan terhadap orang-orang disekitarmu. munkin aku tak terlihat, mungkin aku manusia maya tapi aku buka termasuk makhluk Allah yang berbangsa ghaib. aku benar-benar ada disampingmu. entah sejatinya manusia seperti apa diriku ini, tapi aku diciptakan untuk menolongmu, membantumu ketika kau butuh dan saat kau tak butuh aku pun juga tak membencimu. Sadarilah yang ingin aku sampaikan , aku hanya ingin diakui ada dan nyata disampingmu. saat kau tak butuh bantuanku aku akan melihatmu dengan bangga dan tersenyum mengingatmu karna engkau terlalu berbahagia dengan orang lain. Sahabatku.... aku bukan seperti bayangan yang hanya membias ketika ada medium yang menghalangi medium hidupmu aku bukan makhluk maya dan tak jelas penciptaannya aku juga bykan matahari, aku bukan pelangi aku bukan angin aku... hanyalah aku manusia yang ingin berakhlaqkan mulia sama sepertimu selalu memperbarui amalan dan memerangi nahi mungkar, aku ingin selalu berjihad di seumur hidupku, habluminalloh dan hablumminannas by 

posted irum muthoharoh

Rabu, 04 Februari 2015

Sepatah Kata

Assalamu'alaikum Warohma ...

 Syukur Alhamdulillah atas limpahan Rahmat dan HidayahNya kepada kita semua.
Trim's udah mampir di blog ini semoga akan bermanfaat banyak atau sedikit .

Ana Ucapkan Salam Ukhuwah !! :)

" Orang yang paling mulia disisi Allah bukanlah orang yang mempunyai jabatan tertinggi , memiliki kekayaan yang banyak, bukan juga karena memiliki fisik yang cantik / tampan dan bukan pula orang yang memiliki ilmu yang banyak tapi tidak bermanfaat dan tidak dibarengi oleh keimanan nan taqwa . orang yang paling mulia adalah orang yang selalu bertaqwa dan berbuat kebaikkan di muka bumi ini. Mereka akan diberi balasan di surga tempat yang penuh kenikmatan

Sukron Kasthir ^_^

Selasa, 03 Februari 2015

Not To Be Remembered Part 2




“ Cintailah aku karena Alloh, bukan karna fisik dan materi yang Dia titipkan padaku, 
bukan cinta yang beriring dengan hawa nafsu dan maksiat, yang ku inginkan cinta suci nan murni seperti embun dipagi hari.”


Your love had last of swallow mass ,cause you were late exclamation 


Aku sungguh2 tak mengerti, kenapa jadi begini..... keluhku dalam sendu. Astagfirulloh.....
batin terus menyiksa, menerkam sedalam-dalamnya mahligai hati. Menarik selaput otakku sekuat gaya pegas. Dan sedetiknya terdengar lirih umpatan bergeming paksa. Ku ulas senyum termanis dihadapan mereka . meski suasana hati bersuara sebaliknya. Sesekali setan mencela dan menari-nari dalam ilusiku. Ku tak berdaya, pahit dan manisnya hidup bukannya Alloh yang menentukan, tinggal kita yang bertawakal dan ikhtiar.


“ Kakak..... syukurku tiada terkira,melihatmu tersenyum bahagia aku juga turut berbahagia. Kau telah menemukan seseorang yang kakak cintai dan mencintaimu, sebentar lagi ku akan mengalah padanya, karena kakakku yang cantik ini akan memulai hidup sakinah mawaddah warohma, aamiin...” Ucapku padanya yang sedang memerhatikanku.
 “ Tengkyu adikku sayank” Jawabnya bersenada dengan senyumnya.
“ Kamu kenapa dik ? ” Tanyanya tiba-tiba . dengan terkejut ku menanggapinya. 
“ What’s wrong?” Ujarku sambil menyembunyikan raut wajahku yang sudah tertangkap olehnya.
“ Matamu merah dan sembab, apa kau habis menangis? ” Tanyanya lagi.
“ Aku .... emm....”
“ Viana, tak usah kamu tutup2i rahasia airmata itu pada kakak ” Pintanya terus menerka-nerka.
“ Aku tak apa-apa kak” Serngahku .
“ Ya sudah kalau kamu tak mau cerita ke kakak, baik.... kakak gak akan membantu administrasi kuliahmu nanti. Oke! ” Ancamnya menjebakku supaya mau bercerita.
“ Kakak ... Please jangan kayak gitu lah , suatu saat akan ku ceritakan masalah ini kak ”  Jawabku akhirnya .
“ Masalah apa itu ? ” Serunya menatap tajam-tajam kedua bola mataku yang coklat.
“ Aduh...... kakak ini ” Tak kulanjutkan.
“ Apa?? Hmmm.... jangan sembunyikan lama-lama rahasia yang kamu pendam itu .”
“ Oke kakakku, jangan kuatirkan aku ya! Selama aku bisa melakukannya sendiri pasti kakak bangga ” Ujarku lirih.
“ oh begitu ya, oke kakak bangga ” Ujarnya.


Takku pahami apa yang sedang terfikirkan pada otak ini, banggakah aku karna 2 sosoknya mencintaiku dalam waktu yang sama. Hei.. begitu angkuhnya dirimu atas semua ini. Forgiven me oh Alloh My Dear. Please losing this about my feeling. Mereka terus memulai, mereka terus memintaku untuk terus belajar mencinta. Bagaimana mungkin bisa ? feeling ini tak nyaman. Ku selalu ingin berhati-hati pada cinta semu yang terkadang membujukku pada celah-celah yang keliru. Alloh sungguh dekat denganku . Dia memahami bahasa hatiku yang tersembunyi. Aku yakin Dia Maha tau segalanya yang terjadi denganku sekarang. Cinta itu memang fitroh, atau titipan dan amanah . Kepada siapa tujuan cinta kita berlabuh? Dan kemana kita akan membawanya ? ku merajuk pada jiwa ku sendiri. 


Orang bijak tak akan melukai orang yang mencintainya meski cintanya telah berlalu. Janji-janji sejati akan ku percaya ketika dia benar-benar telah jadi jodohku. Tapi harus bagaimana lagi aku katakan dan perjelas padanya. Aku masih ingin merajut cita-citaku yang sudah kucatat . tapi aku masih ragu...... akhh...... selalu.


Di lain hari. Aku akan mengalah kepada calon kaparku ( Kakak Ipar ) saat itu. Dan aku berpesan padanya agar selalu menjaga kakakku dan menyayanginya setiap saat . yang terpenting adalah pernikahan mereka diridhoi oleh Alloh dan ayah dan juga ibu. Disela-sela detik itu aku sibuk dengan fikiranku sendiri. Siapa ya jodohku nanti?? Terbesit pertanyaan itu mengembangkan senyum tipis  dibibirku. Kemudian secara tak sadar tanganku merogoh tas yang sedari tadi ku bawa. Setelah menemukan benda yang dituju langsunglah menggoreskannya pada buku kesayanganku berwarna kuning itu.


Secarik surat u/ cakeku ( calon kekasihku )
Assalamu’alaikum akhi....
ini aku yang to the point aja hehe... Habibku yang kekasih Alloh tercinta. Penghafal alqur’an, yang setia berjihad dijalanNya, yang tampan hati dan raut parasmu, yang memiliki keistiqomahan sejati,yang memiliki ketenangan dan kedamaian karna dikrulloh. Yang punyai harta lebih untuk selalu bershodaqoh dijalanNya. Yang memiliki kemewahan hati untuk memimpin bumi. Yang selalu setia mengikuti jejak rosululloh teladanku. Sejak kini aq terus merindukanmu, forgive me ya Robbi... diujung-ujung sepertiga malam apakah kau tetap istiqomah merajut tahajutmu? Tidaklah sepertiku yang terkadang tak melakukannya , maafkan aq... tapi aq terus berusaha tak melewatkan itu. Dimanakah engkau ,aq telah menyerahkan kepadaNya. Atas kesehatanmu dan keperluan yang kau butuhkan aq tak pernah mengerti. Teruslah berpijak diatas dinulloh dan tetaplah tegar dengan ujian didepanmu. Alloh akan selalu menguji setiap  hamba-hambanya ketika ia melakukan kebenaran . dan kita akan tau iman ini akan bertambah atau semakin berkurang. Sedang orang-orang yang bersabar dan sholat maka akan ditinggikan derajatnya . Ya Alloh, jaga dia dimanapun ia berpijak. Semoga kelak ku bisa dapatimu atas kehendakNya. Semangat ya my ca-ke xixixiii...... aq selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Salam rinduku selalu.


Setelah ku baca ulang isi surat itu, ingin aq tertawa geli dan malu jadinya. Huu.. it’s nothing wrong. Tiba-tiba ponselku bergetar. Kulirik ternyata ada sms baru dari sahabatku. O.. kak nifa *0*


# Idealnya Seorang Pemuda

Dia pribadi yang muslim, berhati emas berpotensi prima
Yang dikala damai anggun petaka kijang dari padang pemburuan
Yang dikala perang ,perkasa bak harimau kumbang
Dia perpaduan manis empedu, satu kali dengan kawan 
Lain kali dengan lawan, yang lembut dalam berbahasa
Yang teguh membawa suluh angannya sederhana
Cintanya mulia ,tinggi keutamaan dalam hatinya, tinggi budi, rendah hati
Dialah sutera halus ditengah sahabat yang  tulus
Dialah baja ,ditetangnya musuh durhaka
Dia ibarat gerimis atau embun tiris yang memekarkan bunga-bunga
yang melabaikan tangkai-tangkai,
Dia juga puting beliung yang melemparkan ombak menggunung
Yang mengguncangkan laut kerelung-relung
Dialah gemerciknya air ditaman sari nan asri
Dia juga penumbang segala belantara segala sahara 
Dialah pertautan agung iman abu bakar, perkasa Ali, 
papa abu dzar,teguhnya salman
Mandirinya ditengah masa yang bergoyang
ibarat lentera ulama, ditengah gulita sahara
Dia pilih syahid fisabilillah atas segala kursi dan umpeti
Dia menuju bintang menggapai malaikat
Dia tentang tindak kuffar pola aniaya dimana saja
Maka nilainya pun membumbung tinggi, harganya semakin tak terperi
maka siapakah  yang sanggup membelinya kecuali Robbya!

{ Syair Muh.Iqbal }


Bagus kalo’ isinya ukh...? 
replay to kak nifa : Subhanalloh... bagus sekali ukhti, saya juga pernah membacanya .


Semoga suatu saat Alloh mengirimkan jodoh kita yang seperti syairnya Mr.Muh Iqbal aamiin...
Replay to kak Nifa : Aamiin , iya kak. Subhanalloh


Seketika ada titik sudut kata-katanya menghujam kalbu. Berekresi keringat mengucur disela pori-pori. 
“ Apakah benar kita membeli barang yang baik juga membayarnya dengan kertas rupiah yang baik, tak kucel dan bernoda? ” Sebuah petikan yang menghambur tiba-tiba di otakku. 
“ Kita memohon dengan sangat/ paksaan kepadaNya agar mendapatkan Laki-laki idaman semua orang. Apa tak berlebihan seperti itu ” Musuh dalam jiwaku tak sependapat. 
“ Hey... apa salah meminta yang terpilih dari yang terbaik ” Jiwaku yang asli membenarkan. 


=*=*=*=*=*

“ Tuit... tuit... tuit....” Hp jadulku berdering . 
“ Halo, Assalamu’alaikum ...” Ucapku.
“ Wa’alaikumsalam ” Jawabnya .
“ Maaf, Akhi siapa ya? ” grogi rupanya yang menelpon seorang ikhwan.
“ Ukhti lagi dirumah sekarang? Ana sudah nyampai di depan pagar rumah anti ” Jawabnya sedang pertanyaanku tak diresponnya. Ah, Siapa dia? Lalu ku tengok lewat jendela kamarku . ku dapati 2 laki-laki tetapi tidak terlihat jelas wajahnya, satunya memakai baju koko hijau dan satunya lagi pakai hem warna biru-putih. Setelah telpon dimatikan ,segera ku hampiri pintu depan dan bergegas menghampiri mereka. 


“ Assalamu’alaikum ukh... ” Ucapnya sontak berbarengan.
“ Wa’alaikumsalam, Siapa ya? Balasku yang masi keki seperti tak pernah mengenal mereka. 
“ Oh, mari silahkan masuk ” Ujarku sambil mengajak ke-2 tamu tak diundangku tadi masuk . 
“ Lupa sama saya ya ukh, saya Faldi ukh ” ucapnya mengingatkan. 
“ Oh... yaya baru ingat saya , habis pangling kok beda ya dengan dulu, lalu yang ini ? ” Tanyaku sambil melirik sedikit kearah laki-laki disebelahnya yang mengenakan koko hijau, rapi dan berwibawa dengan kolaborasi peci berwarna putih yang ia kenakan. Kulitnya sawo matang , berhidung mancung dan berkacamata .
“ Ini sahabat saya namanya Muhammad Choirul Akbar ” Faldi memperkenalkan .
“ Oh ya sebentar ya, akhi ber-2 mau minum apa? ” Tanyaku.
“ Terserah saja ukh yang penting segar hehee ” Jawab Faldi . Ah masih saja begitu sifat dan kalimatnya Fardi dari dulu setiap ku tanya mau minum apa. Ujar batin berkomentar sendiri . kemudian aku pergi kedapur untuk membuatkan minuman dan menyiapkan camilan kecil untuk mereka.


Sudah berminggu-minggu ia senang berkunjung kerumahku. Apalagi lebih parahnya lagi ada sesuatu yang mengganjal dialam selaput otakku. What is it? Ya, rasa yang semua orang lain bisa memilikinya.


Memanglah dulu hatiku pernah nyangkut padanya. Tapi entah perasaan itu masih ada ataukah sudah sirna. Dia adalah sahabat kecilku yang baik hati , suka menolong dan serasa banyak sifat-sifat baiknya yang dulu terihat. Tapi itukan dulu ketika diri ini masih belum dewasa dan belum mengerti Perasaan apa itu yang bergejolak didada? 


Lalu Dia saat ini datang kembali dan meminta untuk tetap mencintanya . Astagfirulloh hal adzim pemaksaan itu namanya. 


Ya, seperti mimpi memang . 
“ brukk....” aku terjatuh dari tempat tidurku. 
aku tersenyum kaku lalu berkaca melihat bayangan diri dari pantulan didepanku.
Syukurlah kalau hanya mimpi bertemu dengannya lagi. Tapi siapa ya laki-laki sahabatnya tadi? Muhammad Choirul .... siapa ya tadi. Ah ampun.


“ Astagfirullohaldzim sudah jam setengah 4 a.m ” melengos kearah jam weker berdiri tegak di atas meja . lansung aku berlari ke toilet, mandi secepat mungkin setelahnya mengambil wudhu lalu segeralah ku bermunajat kepadaNya dengan Sholat fajarkukarena waktu sudah akan subuh. 


by : Irum Muthoharoh




Not To Be Remembered part 1



Ketika bertatap muka dengannya lagi, anganku bernostalgia. sejak kecil Kami memang sahabat dekat . sebenarnya aku tak pernah mengira kalau hatiku menyimpan sedikit perasaan pada sahabat kecilku . Kami saling mengenal disebuah lembaga pendidikan qur’an . awal bertemu langsung kita saling akrab. Lama kelamaan persahabatan ini semakin terasa . hingga kami dijuluki double Friend (Defid) artinya dua pasang sahabat . ketika ustad rizal Memanggil kami dengan sebutan tersebut kami hanya tersenyum gembira . karena kami selalu kompak dimanapun berada tapi masih dalam sekitar pondok tersebut. “sha, nantik pulang sekolah aku kerumahmu ya?”,pintaku pada nasha yang sudah menyangklong ranselnya. “Oke wha,”jawabnya simple. Kami pun bergegas menelusuri persawahan dan akhirnya sampai dirumahku. Segera aku menyimpan tasku dang mengganti pakaian sedang nasha menungguku diteras karna dia takut masuk kedalam .” rumahnya menakutkan”ujarnya awal kesini . “yuk ! ajakku menggandeng tangan nasha yang sedari tadi berkeringat dingin. 
        
 Sesampai dirumahnya nasha , kami bermain main dengan teman teman yang lain . yang umumnya para cowok semua . dan ceweknya Cuma kami berdua . dan itu tak menyurutkan niat ku untuk menerima ajakkan mereka untuk bermain sepakbola. Deg…… getar itu mulai kurasakan lagii . ada apa ini ??? setiap kali dekat sama fahmi kok jadi gak karuan gini sih, batinku menyempit sendiri. Dia itu emang ramah, dingin sikapnya , baik, dan rajin lagi . masih banyak  sih kepribadiannya dia yang mulai menyentuh hatiku. Eitts, dia itu sahabatku sendiri . dan nasha juga suka sama dia . kusimpan saja perasaan itu dibawah relungku yang terdalam (eleh eleh dualemmm sampek mana sihh?? hehe). Pulangnya usai bermain ku terdiam seribu bahasa . sampai nasha heran karna gak seperti biasanya yang ngomel ngomel tanpa sebab. 
           
Orantuaku belum juga pulang disawah . kucari buku catatanku yang kusimpan tersimpan rapi dilemari. Setelah kudapati buku itu . q mulai mencatat cerita cerita ku dengan mereka sahabat sahabatku.Dan suatu saat buku ini adalah sebagai kenangan ketika kami tlah beranjak dewasa . 

 Senja yang berkabut 
Ku utarakan  hatiku menyimpan cinta untuknya
Tapi tak seorang pun bisa menebak perasaan itu
Dan juga dia, yang sulit aku terka
Batinku memilih membungkam disisi sudut
Dan hatiku terus memikirkannya kembali
Ku tau aku tak bisa memilikinya
Tak tau entah sampai kapan hati ini menyembunyikan rasa

       “Assalamuailaikum awha “ Teriak beberapa orang diluar. Memotong celotehku pada titisan setiap bait didalam buku dearyku . Mataku langsung menyambar pada suara tersebut . “Ada siapa sih  rame amat deh” ujarku sedikit terganggu.
“Wa’alaikumsalam ayow masuk, gak ada bapak dan ibuku kok” sambil membukakan pintu. “Kita kesini mau belajar bareng , boleh ya??” Pinta nasha dan divi tapi fahmi sengaja diem aja kayak biasanya .
“Iyaaaaaaaaaaaaaaaaaa” jawabku. “baik deh nazwa hehehe”
 Nasha mencubit pipiku yang padahal gak tembem . biasanya pipi tembem itu kan digemesin orang , lah ini …
“Uhhh. Aduuuuh sakit tauk”seruku kesakitkan.
Hingga waktu telah beralalu singkat , 5 tahun sudah persahabatan ini semakin erat kami rasakan.

Tak sanggup rasanya untuk berpisah dengan mereka karna aku akan melanjutkan sekolah disebrang pulau jawa. Airmataku mulai merambah. Begitu juga dengan nasha. Sambil kutatap raut raut mereka yang akan aku tinggalkan . terutama cowok yang mempunyai tubuh putih dan selalu baik sama aku.

“ Tenang kalau Allah masih mengizinkan kita bertemu lagi pasti bisa, jangan sedih ya My Defi”. Padahal aku sendiri juga gak bisa menyembunyikan kesedihan ituu, huuuuu….. 

“ Nazwa … tanpamu disini aku galauuu … hiks hiks hiks…” Teriak cewek yang sedari tadi memelukku tapi sudah dilepaskan .

“ Hmmmm…… kamu ini ada2 aja “ komentarku dengan sedikit meringis. Spontan aja terasa airmata ku kembali naik lagii seperti ada tarikan gravitasi magnet pada mataku. Dan semua suasana yang mengharukan tadi hilang . kamipun jadi tak sedih lagi.

Andai kepergianku tak pernah terjadi mana bisa aku meninggalkan mereka. Karna disinilah tempat kelahiranku, disinilah aku menemukan sahabat sebaik mereka. Dan disinilah kenangan kecilku merona seperti mawar ditaman taman surga, dan seperti melati yang selalu menaburkan wanginya. Jika airmataku bisa menjadi lautan. Kan ku abadikan lautanku ini menjadi lautan tanpa airmata yaitu tanpa kesedihan yang mengusik para sahabat sahabatku. 
My dream pick the memories with them, surely someday we meet again, and also you
I would not be able to remember your love. wait for me to bring back my dream pal friend…..



Selasa, 27 Januari 2015

LIBURAN SEMESTER

Kesunyian bagiku adalah hal terbaik . Ya seperti saat ini , tiada lagi yang mempersibukkan dengan hari-hari di bangku kampus yang seperti bejibun tugas dari mata kuliah yang ku ambil. Pagi itu aku selalu bersemangat untuk memulainya. detak jam masih menunjukkan pada jarum 03.00 a.m . ku lipat selimut dan ku bereskan kasur tipis itu. ku lihat teman-teman kamarku masih terlelap dengan mimpi indahnya. lalu aku menggoyang-goyangkan tubuh teman disebelahku . " Tahajud yuk..! " ku lihat pemilik tubuh itu masih belumlah sempurna nyawanya,hehe ... karena  ku lihat ia malah menarik selimutnya lagi. huu....

Teman yang lain juga terbangun karna aku tak sengaja menendang peralatan makan yang semalam belum di bereskan.

" Ayo, tahajud-tahajud..." berbisik pada mereka. kemudian si riri terbangun lalu membuntuti ku ke tempat kamar mandi yang terletak di pojok bagian belakang setelah kami melewati lorong kamar.

================

" aku tak akan melupakan kalian semua," ucapa diana saat itu.
aku heran kenapa ia sering berucap seperti itu . setiap kali ku tanyakan apa alasannya , Dia selalu tersenyum dan memandangiku penuh rahasia.

" meg, kamu tau kenapa diana bilang seperti kemarin? " tanyaku pada mega yang sibuk meracik bumbu masakan. akhir-akhir ini mega sibuk dengan aktivitas memasaknya, entah tumben-tumbennya ia . mega terhenti dari kesibukkannya. seperti dia sedang memikirkan sesuatu dan pasti dia sudah tau jawaban dari pertanyaanku.
" emm...mbak belum tau? " jawabnya sambil menatapku sedih. kemudian dia mendekatiku dan berbisik sesuatu.
" Katanya, diana mau pindah ke makassar " jelasnya hampir samar .
" oo.. begitu, yang lain sudah pada tau? apa cuma aku aja yang belum mengetahui hal ini ! " Ucapku dengan perasaan tak karuan. Kenapa selalu aku seperti ini, okelah dulu memang aku tak banyak bersahabat dengan orang-orang yang mencintaiku, lebih tepatnya aku memang selalu cuek. tapi itu setidaknya sudah kurubah ,dan .... ah sudahlah,  aku selalu merasa bersalah kepadanya.

Liburan semester ini memang tersasa berbeda kenyataannya. satu dari kelima sahabat baruku pergi meninggalkan kami . Ya, memang setiap kali ada perjumpaan pasti akan berujung perpisahan, dan yang tersisa hanya sebuah kenangan . Tapi kenangan itu hanya bisa ku rangkai tak bisa ku ucapkan dan sulit bagiku mengungkap perasaan hati . Hanya Allah yang memahami , Mengetahui segala isi hati.

Selamat jalan Sahabatku....
Semoga ketika jarak tlah memisahkan kita tetapi hati kita tetap bersama
Semoga prestasi dan impianmu tergapai meski aku hanya memandangnya dari sisi belahan bumi berbeda,
Selalu menjadi lebih baiklah seperti apa yang sedang aku lakukan,
Didunia ini, masih banyak hal terindah yang belumlah kita ketahui,maka ayo kita berlomba-lomba menggapainya..
Dunia memang permainan belaka, ia sebagai jajakan ujian, hamparan  yang berbatas tanpa kau tau mana batasnya,
Ia terkadang terlihat kejam
jua terlihat menakjubkan dan tipuan

Ukhuwah ini aku menjadi kenangan,
Add caption