maka warnailah segala yang tampak agar tetap kau memberikan manfaat
sebelum suatu waktu mencekat seluruhnya,
Pelangi, umimu tak pernah mendesah tentang keluhan,
karena bagi umi ketika kita sedang mengeluh seluruh organ menangkap kalimat
yang berdesis dari lisan ini,
Lelah, bosan, sedih dan kecewa
beberapa kata yang sejatinya adalah Perasaan negatif syaiton,
Sadarkanlah jiwa yang berpersepsi di jalan yang salah akan merugikan mu
sedetik ini, waktumu untuk apa?
semenit ini, kesempatan hidupmu untuk apa?
sejam ini, kau isi waktumu dengan apa?
seharian berlalu , apa yang kau lakukan ?
semakin berlalu sedetik berganti menit, menit berganti jam,
kemudian mulailah hari-harimu tlah pergi
Pelangi, arti didalam namamu itu begitu indah,
mata-mata yang berwarna
hati yang terang bersinaran penuh warna-warna
dan keteguhan jiwa yang memancarkan setiap aura bagai bidadari surga
Umi menyebutnya seperti bidadari surga
yang mungkin lebih indah lagi,,
Pelangi yang indah nan sholihah
Pelangi yang selalu menjadi pelangi meski di malam hari tiba,
" yang sebenarnya seorang pelangi adalah wanita bermanfaat dan sholihah "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar