Ketika bertatap muka dengannya lagi, anganku bernostalgia. sejak kecil Kami memang sahabat dekat . sebenarnya aku tak pernah mengira kalau hatiku menyimpan sedikit perasaan pada sahabat kecilku . Kami saling mengenal disebuah lembaga pendidikan qur’an . awal bertemu langsung kita saling akrab. Lama kelamaan persahabatan ini semakin terasa . hingga kami dijuluki double Friend (Defid) artinya dua pasang sahabat . ketika ustad rizal Memanggil kami dengan sebutan tersebut kami hanya tersenyum gembira . karena kami selalu kompak dimanapun berada tapi masih dalam sekitar pondok tersebut. “sha, nantik pulang sekolah aku kerumahmu ya?”,pintaku pada nasha yang sudah menyangklong ranselnya. “Oke wha,”jawabnya simple. Kami pun bergegas menelusuri persawahan dan akhirnya sampai dirumahku. Segera aku menyimpan tasku dang mengganti pakaian sedang nasha menungguku diteras karna dia takut masuk kedalam .” rumahnya menakutkan”ujarnya awal kesini . “yuk ! ajakku menggandeng tangan nasha yang sedari tadi berkeringat dingin.
Sesampai dirumahnya nasha , kami bermain main dengan teman teman yang lain . yang umumnya para cowok semua . dan ceweknya Cuma kami berdua . dan itu tak menyurutkan niat ku untuk menerima ajakkan mereka untuk bermain sepakbola. Deg…… getar itu mulai kurasakan lagii . ada apa ini ??? setiap kali dekat sama fahmi kok jadi gak karuan gini sih, batinku menyempit sendiri. Dia itu emang ramah, dingin sikapnya , baik, dan rajin lagi . masih banyak sih kepribadiannya dia yang mulai menyentuh hatiku. Eitts, dia itu sahabatku sendiri . dan nasha juga suka sama dia . kusimpan saja perasaan itu dibawah relungku yang terdalam (eleh eleh dualemmm sampek mana sihh?? hehe). Pulangnya usai bermain ku terdiam seribu bahasa . sampai nasha heran karna gak seperti biasanya yang ngomel ngomel tanpa sebab.
Sesampai dirumahnya nasha , kami bermain main dengan teman teman yang lain . yang umumnya para cowok semua . dan ceweknya Cuma kami berdua . dan itu tak menyurutkan niat ku untuk menerima ajakkan mereka untuk bermain sepakbola. Deg…… getar itu mulai kurasakan lagii . ada apa ini ??? setiap kali dekat sama fahmi kok jadi gak karuan gini sih, batinku menyempit sendiri. Dia itu emang ramah, dingin sikapnya , baik, dan rajin lagi . masih banyak sih kepribadiannya dia yang mulai menyentuh hatiku. Eitts, dia itu sahabatku sendiri . dan nasha juga suka sama dia . kusimpan saja perasaan itu dibawah relungku yang terdalam (eleh eleh dualemmm sampek mana sihh?? hehe). Pulangnya usai bermain ku terdiam seribu bahasa . sampai nasha heran karna gak seperti biasanya yang ngomel ngomel tanpa sebab.
Orantuaku belum juga pulang disawah . kucari buku catatanku yang kusimpan tersimpan rapi dilemari. Setelah kudapati buku itu . q mulai mencatat cerita cerita ku dengan mereka sahabat sahabatku.Dan suatu saat buku ini adalah sebagai kenangan ketika kami tlah beranjak dewasa .
Senja yang berkabut
Ku utarakan hatiku menyimpan cinta untuknya
Senja yang berkabut
Ku utarakan hatiku menyimpan cinta untuknya
Tapi tak seorang pun bisa menebak perasaan itu
Dan juga dia, yang sulit aku terka
Batinku memilih membungkam disisi sudut
Dan hatiku terus memikirkannya kembali
Ku tau aku tak bisa memilikinya
Tak tau entah sampai kapan hati ini menyembunyikan rasa
“Assalamuailaikum awha “ Teriak beberapa orang diluar. Memotong celotehku pada titisan setiap bait didalam buku dearyku . Mataku langsung menyambar pada suara tersebut . “Ada siapa sih rame amat deh” ujarku sedikit terganggu.
“Wa’alaikumsalam ayow masuk, gak ada bapak dan ibuku kok” sambil membukakan pintu. “Kita kesini mau belajar bareng , boleh ya??” Pinta nasha dan divi tapi fahmi sengaja diem aja kayak biasanya .
“Iyaaaaaaaaaaaaaaaaaa” jawabku. “baik deh nazwa hehehe” Nasha mencubit pipiku yang padahal gak tembem . biasanya pipi tembem itu kan digemesin orang , lah ini …
“Uhhh. Aduuuuh sakit tauk”seruku kesakitkan.
Hingga waktu telah beralalu singkat , 5 tahun sudah persahabatan ini semakin erat kami rasakan.
Tak sanggup rasanya untuk berpisah dengan mereka karna aku akan melanjutkan sekolah disebrang pulau jawa. Airmataku mulai merambah. Begitu juga dengan nasha. Sambil kutatap raut raut mereka yang akan aku tinggalkan . terutama cowok yang mempunyai tubuh putih dan selalu baik sama aku.
“ Tenang kalau Allah masih mengizinkan kita bertemu lagi pasti bisa, jangan sedih ya My Defi”. Padahal aku sendiri juga gak bisa menyembunyikan kesedihan ituu, huuuuu…..
“ Nazwa … tanpamu disini aku galauuu … hiks hiks hiks…” Teriak cewek yang sedari tadi memelukku tapi sudah dilepaskan .
“ Hmmmm…… kamu ini ada2 aja “ komentarku dengan sedikit meringis. Spontan aja terasa airmata ku kembali naik lagii seperti ada tarikan gravitasi magnet pada mataku. Dan semua suasana yang mengharukan tadi hilang . kamipun jadi tak sedih lagi.
Andai kepergianku tak pernah terjadi mana bisa aku meninggalkan mereka. Karna disinilah tempat kelahiranku, disinilah aku menemukan sahabat sebaik mereka. Dan disinilah kenangan kecilku merona seperti mawar ditaman taman surga, dan seperti melati yang selalu menaburkan wanginya. Jika airmataku bisa menjadi lautan. Kan ku abadikan lautanku ini menjadi lautan tanpa airmata yaitu tanpa kesedihan yang mengusik para sahabat sahabatku.
My dream pick the memories with them, surely someday we meet again, and also you
I would not be able to remember your love. wait for me to bring back my dream pal friend…..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar