bukan cinta yang beriring dengan hawa nafsu dan maksiat, yang ku inginkan cinta suci nan murni seperti embun dipagi hari.”
Your love had last of swallow mass ,cause you were late exclamation
Aku sungguh2 tak mengerti, kenapa jadi begini..... keluhku dalam sendu. Astagfirulloh.....
batin terus menyiksa, menerkam sedalam-dalamnya mahligai hati. Menarik selaput otakku sekuat gaya pegas. Dan sedetiknya terdengar lirih umpatan bergeming paksa. Ku ulas senyum termanis dihadapan mereka . meski suasana hati bersuara sebaliknya. Sesekali setan mencela dan menari-nari dalam ilusiku. Ku tak berdaya, pahit dan manisnya hidup bukannya Alloh yang menentukan, tinggal kita yang bertawakal dan ikhtiar.
“ Kakak..... syukurku tiada terkira,melihatmu tersenyum bahagia aku juga turut berbahagia. Kau telah menemukan seseorang yang kakak cintai dan mencintaimu, sebentar lagi ku akan mengalah padanya, karena kakakku yang cantik ini akan memulai hidup sakinah mawaddah warohma, aamiin...” Ucapku padanya yang sedang memerhatikanku.
“ Tengkyu adikku sayank” Jawabnya bersenada dengan senyumnya.
“ Kamu kenapa dik ? ” Tanyanya tiba-tiba . dengan terkejut ku menanggapinya.
“ What’s wrong?” Ujarku sambil menyembunyikan raut wajahku yang sudah tertangkap olehnya.
“ Matamu merah dan sembab, apa kau habis menangis? ” Tanyanya lagi.
“ Aku .... emm....”
“ Viana, tak usah kamu tutup2i rahasia airmata itu pada kakak ” Pintanya terus menerka-nerka.
“ Aku tak apa-apa kak” Serngahku .
“ Ya sudah kalau kamu tak mau cerita ke kakak, baik.... kakak gak akan membantu administrasi kuliahmu nanti. Oke! ” Ancamnya menjebakku supaya mau bercerita.
“ Kakak ... Please jangan kayak gitu lah , suatu saat akan ku ceritakan masalah ini kak ” Jawabku akhirnya .
“ Masalah apa itu ? ” Serunya menatap tajam-tajam kedua bola mataku yang coklat.
“ Aduh...... kakak ini ” Tak kulanjutkan.
“ Apa?? Hmmm.... jangan sembunyikan lama-lama rahasia yang kamu pendam itu .”
“ Oke kakakku, jangan kuatirkan aku ya! Selama aku bisa melakukannya sendiri pasti kakak bangga ” Ujarku lirih.
“ oh begitu ya, oke kakak bangga ” Ujarnya.
Takku pahami apa yang sedang terfikirkan pada otak ini, banggakah aku karna 2 sosoknya mencintaiku dalam waktu yang sama. Hei.. begitu angkuhnya dirimu atas semua ini. Forgiven me oh Alloh My Dear. Please losing this about my feeling. Mereka terus memulai, mereka terus memintaku untuk terus belajar mencinta. Bagaimana mungkin bisa ? feeling ini tak nyaman. Ku selalu ingin berhati-hati pada cinta semu yang terkadang membujukku pada celah-celah yang keliru. Alloh sungguh dekat denganku . Dia memahami bahasa hatiku yang tersembunyi. Aku yakin Dia Maha tau segalanya yang terjadi denganku sekarang. Cinta itu memang fitroh, atau titipan dan amanah . Kepada siapa tujuan cinta kita berlabuh? Dan kemana kita akan membawanya ? ku merajuk pada jiwa ku sendiri.
Orang bijak tak akan melukai orang yang mencintainya meski cintanya telah berlalu. Janji-janji sejati akan ku percaya ketika dia benar-benar telah jadi jodohku. Tapi harus bagaimana lagi aku katakan dan perjelas padanya. Aku masih ingin merajut cita-citaku yang sudah kucatat . tapi aku masih ragu...... akhh...... selalu.
Di lain hari. Aku akan mengalah kepada calon kaparku ( Kakak Ipar ) saat itu. Dan aku berpesan padanya agar selalu menjaga kakakku dan menyayanginya setiap saat . yang terpenting adalah pernikahan mereka diridhoi oleh Alloh dan ayah dan juga ibu. Disela-sela detik itu aku sibuk dengan fikiranku sendiri. Siapa ya jodohku nanti?? Terbesit pertanyaan itu mengembangkan senyum tipis dibibirku. Kemudian secara tak sadar tanganku merogoh tas yang sedari tadi ku bawa. Setelah menemukan benda yang dituju langsunglah menggoreskannya pada buku kesayanganku berwarna kuning itu.
Secarik surat u/ cakeku ( calon kekasihku )
Assalamu’alaikum akhi....
ini aku yang to the point aja hehe... Habibku yang kekasih Alloh tercinta. Penghafal alqur’an, yang setia berjihad dijalanNya, yang tampan hati dan raut parasmu, yang memiliki keistiqomahan sejati,yang memiliki ketenangan dan kedamaian karna dikrulloh. Yang punyai harta lebih untuk selalu bershodaqoh dijalanNya. Yang memiliki kemewahan hati untuk memimpin bumi. Yang selalu setia mengikuti jejak rosululloh teladanku. Sejak kini aq terus merindukanmu, forgive me ya Robbi... diujung-ujung sepertiga malam apakah kau tetap istiqomah merajut tahajutmu? Tidaklah sepertiku yang terkadang tak melakukannya , maafkan aq... tapi aq terus berusaha tak melewatkan itu. Dimanakah engkau ,aq telah menyerahkan kepadaNya. Atas kesehatanmu dan keperluan yang kau butuhkan aq tak pernah mengerti. Teruslah berpijak diatas dinulloh dan tetaplah tegar dengan ujian didepanmu. Alloh akan selalu menguji setiap hamba-hambanya ketika ia melakukan kebenaran . dan kita akan tau iman ini akan bertambah atau semakin berkurang. Sedang orang-orang yang bersabar dan sholat maka akan ditinggikan derajatnya . Ya Alloh, jaga dia dimanapun ia berpijak. Semoga kelak ku bisa dapatimu atas kehendakNya. Semangat ya my ca-ke xixixiii...... aq selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Salam rinduku selalu.
Setelah ku baca ulang isi surat itu, ingin aq tertawa geli dan malu jadinya. Huu.. it’s nothing wrong. Tiba-tiba ponselku bergetar. Kulirik ternyata ada sms baru dari sahabatku. O.. kak nifa *0*
# Idealnya Seorang Pemuda
Dia pribadi yang muslim, berhati emas berpotensi prima
Yang dikala damai anggun petaka kijang dari padang pemburuan
Yang dikala perang ,perkasa bak harimau kumbang
Dia perpaduan manis empedu, satu kali dengan kawan
Lain kali dengan lawan, yang lembut dalam berbahasa
Yang teguh membawa suluh angannya sederhana
Cintanya mulia ,tinggi keutamaan dalam hatinya, tinggi budi, rendah hati
Dialah sutera halus ditengah sahabat yang tulus
Dialah baja ,ditetangnya musuh durhaka
Dia ibarat gerimis atau embun tiris yang memekarkan bunga-bunga
yang melabaikan tangkai-tangkai,
Dia juga puting beliung yang melemparkan ombak menggunung
Yang mengguncangkan laut kerelung-relung
Dialah gemerciknya air ditaman sari nan asri
Dia juga penumbang segala belantara segala sahara
Dialah pertautan agung iman abu bakar, perkasa Ali,
papa abu dzar,teguhnya salman
Mandirinya ditengah masa yang bergoyang
ibarat lentera ulama, ditengah gulita sahara
Dia pilih syahid fisabilillah atas segala kursi dan umpeti
Dia menuju bintang menggapai malaikat
Dia tentang tindak kuffar pola aniaya dimana saja
Maka nilainya pun membumbung tinggi, harganya semakin tak terperi
maka siapakah yang sanggup membelinya kecuali Robbya!
{ Syair Muh.Iqbal }
Bagus kalo’ isinya ukh...?
replay to kak nifa : Subhanalloh... bagus sekali ukhti, saya juga pernah membacanya .
Semoga suatu saat Alloh mengirimkan jodoh kita yang seperti syairnya Mr.Muh Iqbal aamiin...
Replay to kak Nifa : Aamiin , iya kak. Subhanalloh
Seketika ada titik sudut kata-katanya menghujam kalbu. Berekresi keringat mengucur disela pori-pori.
“ Apakah benar kita membeli barang yang baik juga membayarnya dengan kertas rupiah yang baik, tak kucel dan bernoda? ” Sebuah petikan yang menghambur tiba-tiba di otakku.
“ Kita memohon dengan sangat/ paksaan kepadaNya agar mendapatkan Laki-laki idaman semua orang. Apa tak berlebihan seperti itu ” Musuh dalam jiwaku tak sependapat.
“ Hey... apa salah meminta yang terpilih dari yang terbaik ” Jiwaku yang asli membenarkan.
=*=*=*=*=*
“ Tuit... tuit... tuit....” Hp jadulku berdering .
“ Halo, Assalamu’alaikum ...” Ucapku.
“ Wa’alaikumsalam ” Jawabnya .
“ Maaf, Akhi siapa ya? ” grogi rupanya yang menelpon seorang ikhwan.
“ Ukhti lagi dirumah sekarang? Ana sudah nyampai di depan pagar rumah anti ” Jawabnya sedang pertanyaanku tak diresponnya. Ah, Siapa dia? Lalu ku tengok lewat jendela kamarku . ku dapati 2 laki-laki tetapi tidak terlihat jelas wajahnya, satunya memakai baju koko hijau dan satunya lagi pakai hem warna biru-putih. Setelah telpon dimatikan ,segera ku hampiri pintu depan dan bergegas menghampiri mereka.
“ Assalamu’alaikum ukh... ” Ucapnya sontak berbarengan.
“ Wa’alaikumsalam, Siapa ya? Balasku yang masi keki seperti tak pernah mengenal mereka.
“ Oh, mari silahkan masuk ” Ujarku sambil mengajak ke-2 tamu tak diundangku tadi masuk .
“ Lupa sama saya ya ukh, saya Faldi ukh ” ucapnya mengingatkan.
“ Oh... yaya baru ingat saya , habis pangling kok beda ya dengan dulu, lalu yang ini ? ” Tanyaku sambil melirik sedikit kearah laki-laki disebelahnya yang mengenakan koko hijau, rapi dan berwibawa dengan kolaborasi peci berwarna putih yang ia kenakan. Kulitnya sawo matang , berhidung mancung dan berkacamata .
“ Ini sahabat saya namanya Muhammad Choirul Akbar ” Faldi memperkenalkan .
“ Oh ya sebentar ya, akhi ber-2 mau minum apa? ” Tanyaku.
“ Terserah saja ukh yang penting segar hehee ” Jawab Faldi . Ah masih saja begitu sifat dan kalimatnya Fardi dari dulu setiap ku tanya mau minum apa. Ujar batin berkomentar sendiri . kemudian aku pergi kedapur untuk membuatkan minuman dan menyiapkan camilan kecil untuk mereka.
Sudah berminggu-minggu ia senang berkunjung kerumahku. Apalagi lebih parahnya lagi ada sesuatu yang mengganjal dialam selaput otakku. What is it? Ya, rasa yang semua orang lain bisa memilikinya.
Memanglah dulu hatiku pernah nyangkut padanya. Tapi entah perasaan itu masih ada ataukah sudah sirna. Dia adalah sahabat kecilku yang baik hati , suka menolong dan serasa banyak sifat-sifat baiknya yang dulu terihat. Tapi itukan dulu ketika diri ini masih belum dewasa dan belum mengerti Perasaan apa itu yang bergejolak didada?
Lalu Dia saat ini datang kembali dan meminta untuk tetap mencintanya . Astagfirulloh hal adzim pemaksaan itu namanya.
Ya, seperti mimpi memang .
“ brukk....” aku terjatuh dari tempat tidurku.
aku tersenyum kaku lalu berkaca melihat bayangan diri dari pantulan didepanku.
Syukurlah kalau hanya mimpi bertemu dengannya lagi. Tapi siapa ya laki-laki sahabatnya tadi? Muhammad Choirul .... siapa ya tadi. Ah ampun.
“ Astagfirullohaldzim sudah jam setengah 4 a.m ” melengos kearah jam weker berdiri tegak di atas meja . lansung aku berlari ke toilet, mandi secepat mungkin setelahnya mengambil wudhu lalu segeralah ku bermunajat kepadaNya dengan Sholat fajarkukarena waktu sudah akan subuh.
by : Irum Muthoharoh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar