Sebuah
kapal yang sudah berlabuh malam tadi akan berangkat lagi pukul 9 :00 am .
Sirimau, masih asing sebutan kapal itu. Perpisahan antara aq dan ibu saat itu
berujung dg deras airmatanya dan aq menahan setiap butir2 airmata yg akan
jatuh. Jadi sebisanya aq menyembunyikan kesedihan itu . Sesak sekali dlm dada.
Pelukannya yg hangat terakhir kalinya ku rasakan dan akan selalu kurindukan.
" Semoga Alloh selalu menjaga ibu dan ayahku disana " .
Sedikit mengecewakan , Wajah seorang lagi yg tidak mengantar ku ke pelabuhan
yaitu ayah . Tak apalah mungkin beliau takut aq tambah bersedih berpisah dgnya.
Seringkali seluruh memoriku memutar hari2 ketika bersamanya. " InsaAlloh
ayah aq bisa menjadi pengganti ayah meneruskan dakwah aamiin. "
7-8-14 Kalteng
Tidak ada komentar:
Posting Komentar